Menikah??

hmmmm...salut!!!



Udah lama gak posting atau curhat-curhatan di blog nih. Karena lagi menikmati masa-masa cinta lama bersemi kembali kayaknya. hehehe...eh gak juga kok. Karena emang lagi gak ada yang mau dicurhatin. Sekarang sih curhatnya sama pacar... ^__^. Sombong....mentang-mentang udah balikan lagiiii. Bukannya sombong, tapi lg memanfaatkan suasana yang masih hangat-hangatnya. Hampir setahun lho saya tidak merasakan ada yang memperhatikan, ada yang nelponin selama berjam-jam lamanya, ada yang ngucapin selamat tidur atau sekedar menanyakan "lagi apa?"...Itu semua saya rindukan selama beberapa bulan belakangan ini.


Banyak pro dan kontra atas kembalinya dia kepada saya. Apalagi dari pihak saya yaitu teman-teman dekat. Mereka menentang dengan lantang. Tetapi maafkan saya teman-teman. Saya masih sangat mencintainya dan saya memaafkan dia secara keseluruhan. Dia berjanji dengan sungguh-sungguh dan ingin membuktikan kalau dia gak akan mengulangi kesalahan dan dia merencanakan suatu keseriusan.


Topik keseriusan yang sekarang sedang saya bahas bersama pacar adalah sebuah PERNIKAHAN. bbbbrrrr....sedikit merinding. Oh Gosh, nikah???


Saya membayangkannya agak sedikit geli. Oh, ternyata saya sudah cukup umur ya untuk membahas hal yang sangat serius seperti ini. Soalnya saya masih berasa umur 18 tahun terus. Padahal umur saya 5 tahun lebih tua dari itu. Apakah saya sudah siap? Oke, siap atau tidak siap saya harus menyikapinya dengan dewasa. Karena saya bukan anak perempuan yang berumur 18 tahun lagi.


PERNIKAHAN


Apakah menikah itu harus mengeluarkan biaya yang mahal dan mewah untuk sebuah perayaan? Ataukah hanya pemuasan gengsi semata?


Menurut saya tidak harus. Untuk apa kita mengadakan perayaan yang mewah dan mahal tetapi kehidupan pernikahan kita selanjutnya tidak sangat menyenangkan. Dan ujung-ujungnya kata perceraian yang terlontar. Lebih baik perayaan yang sederhana tapi bermakna dikehidupan selanjutnya.


Menikah, bersatunya seorang laki-laki dan perempuan dalam suatu ikatan lahir batin yang sah menurut agama dan hukum negara setempat. Dan setelah itu tercipta suatu kehidupan baru dan masalah baru yang akan siap mengahadang dua anak manusia ini. Tercipta kehidupan baru, terbentuknya suatu kelompok kecil yang didalam terdiri dari dua orang yang saling mengasihi dan mengembangkannya dengan melahirkan beberapa keturunan. Yaitu manusia baru. Manusia baru yang menjadi tanggung jawab orang tuanya agar bisa diterima dunia sebagai makhluk sosial yang berguna. Wow, saya tidak dapat membayangkan betapa menakjubkannya memiliki keturunan dari rahim saya sendiri.


Muncul masalah baru, yah dalam sebuah pernikahan pasti terdapat beberapa kerikil yang harus dilewati. Masalah tersebut berasal dari beberapa aspek. Entah itu masalah finansial, masalah perbedaan yang harus dapat bersatu, masalah antar saudara, adanya perselingkuhan dan lain-lain. Ngomongin masalah perselingkuhan, itu pasti menjadi momok paling menakutkan untuk saya. Saya pernah sempat berpikir untuk tidak menikah karena alasan ini. Semoga saja ini tidak akan terjadi dimasa depan saya.


Keadaan saya sekarang belum bekerja. Hahahaha…berani-beraninya membicarakan pernikahan. Tapi kan ini suatu rencana. Entah tahun depan ini bakal terlaksana atau tahun depannya lagi. Saya sudah bosan dan capek hidup sendiri. Sudah tiga tahun lamanya saya hidup terpisah dari orang tua dan adik. Bahkan pacar saya jauh alias kita ngejalanin long distance relationship. Hhh…mengenaskan.


Saya berdoa kepada Allah SWT agar doa saya setiap malam ini terlaksana. Dan Allah memberikan rejeki yang cukup untuk kita berdua. Untuk awal niat ini dan selanjutnya. Amiin…. Oh iya….saya mau nanya dengan pacar saya itu…






Apakah kamu sudah mantap dengan saya?? :)





0 comments:


up